0
25 Mar

SYUKUR NIKMAT Allah tidak akan menganugerahkan syukur kecuali dengan bersyukur maka akan ditambahkan nikmat”
Apakah itu nikmat ? Nikmat adalah apa-apa yang diberikan dari sisi Allah SWT baik yang nampak ataupun tersembunyi. Jadi nikmat dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu :

1. Nikmat yang bersifat materi. Yaitu nikmat yang dapat dilihat / nampak dan dapat kita rasakan. Seperti nikmat makanan, pakaian, rumah, mobil, dsb.

2. Nikmat yang bersifat non materi. Yaitu nikmat yang tidak terlihat/ tidak nampak tapi dapat kita rasakan. Seperti nikmat semilir angina, nikmat bisa kentut, nikmat sehat, dsb.



Lalu mengapa kita harus bersyukur atas nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita ? Ada 4 alasan mengapa kita harus bersyukur, antara lain :

1. Syukur adalah perintah Allah SWT atas hamba Nya, seperti tertera dalam Surat Al Baqoroh ayat 152, “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.* Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”

*Aku limpahkan rahmat dan ampunan kepadamu.

2. Karena nikmat yang diberikan pasti akan dihisab, seperti tertera dalam Surat At Takatsur ayat 8, “Kemudian kamu akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)

3. Setiap kenikmatan yang kita terima mengandung konsekuensi, seperti tertera dalam Surat Ibrahim ayat 7, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat’ “

4. Allah SWT sampai mengingatkan hamba-Nya berkali-kali (31x)untuk tidak mendustakan nikmat-Nya, seperti tertera dalam Surat Ar Rahman sebanyak 31x “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Mengapa Allah SWT sampai mengingatkan berkali-kali seperti itu? Karena ternyata sangat sedikit sekali dari hamba Allah SWT yang pandai bersyukur.



Kajian Muslimah Rabu, 25 Maret 2009 by Ustadz Fuad Muhsin



Dikirim pada 25 Maret 2009 di Sketsa Hidup
19 Mar


Bila Allah SWT memberi jatah umur kita 60 th, maka setelah dipotong waktu tidur kita yaitu 1/3 dari 24 jam = 1/3 dr jatah umur = 20 th. Maka jatah umur kita yg efektif untuk beraktifitas hanya 40 th, kemudian dipotong masa sebelum kita baligh yaitu kurang lebih 13 th, jadi umur yang efektif bagi kita untuk beribadah hanya 27 th, belum dipotong hal-hal yg sia-sia, apalagi yg maksiat & masa jahiliyah(naudzubillah).



Dengan waktu 27 th tsb, bekal apa yg telah kita kumpulkan untuk kehidupan yang kekal di akhirat kelak? Jangan-jangan kita hanya sibuk mencari bahkan menumpuk bekal hanya untuk hidup enak di dunia. Rumah bagus, mobil banyak, deposito, asuransi, ORI, dll. Sdh kah kita sibuk mengumpulkan bekal di akhirat secara beriringan sembari memenuhi kebutuhan dunia kita (secukupnya – janganlah berlebihan). Jadikan harta kita yg melimpah ruah, sedang ataupun yang sedikit juga hanya semata untuk di jalan Allah. Jadikan harta, jabatan, keahlian, anak & istri/suami dan diri kita untuk memberi kemanfaatan kepada sebanyak mungkin makhluk Allah SWT.



Jangan-jangan karena sibuk mengejar deadline, mengejar proyek ratusan juta, kita malah lupa dengan Allah yg memberi kita kesempatan dapat berusaha. Lupa shalat, lupa mengawali setiap aktifitas dengan Basmallah, lupa mengawali dengan niat hanya untuk / bagi Allah semata.



Semoga kita bisa memanfaatkan semaksimal mungkin setiap helaan nafas hidup kita untuk hal-hal yg bermanfaat & penuh kebaikan yang minimal selalu kita awali dengan Basmallah. Sebelum ajal tiba-tiba menjemput kita, siap atau tidak siap, mau atau tidak mau kita akan menuju ke alam kubur kemudian kembali kepada Sang Pencipta. Janganlah kemudian kita hanya bisa menyesal setelah di alam kubur, betapa bodohnya kita dahulu di dunia yg menyia-nyiakan waktu begitu saja. Apalagi kemudian kita akan ditanya untuk pertama kalinya adalah kalimat “Bagaimana sholat kita?”. So, benar kata orang bijak, “ Sholatlah sebelum kita disholatkan “

Ya Allah jagalah keimanan kami, kuatkan akidah kami, kuatkan ibadah kami, ridhoi lah setiap langkah hidup kami. Amien.



Dikirim pada 19 Maret 2009 di Sketsa Hidup

Saking utamanya sholat berjamaah, sampai ada sebagian ulama menyatakan sholat berjamaah adalah fardhu kifayah. Walaupun sebagian besar sepakat sholat berjamaah adalah sunnah muakad, jadi Rasulullah hampir tidak pernah meninggalkan sholat secara berjamaah.



“Sholat berjamaah lebih utama dari sholat sendiri dan akan ditinggikan pahalanya 27derajat”



“Sholat seorang laki-laki dengan berjamaah adalah lebih baik daripada sholat sendiri selama 40tahun”



Dan berikut adalah beberapa faedah sholat berjamaah :

Tidak akan fakir di dunia dan di akhirat
Akan dibebaskan dari siksa kubur
Akan diberikan catatan amalnya dengan tangan kanann
Akan melalui shirot seperti kilat
Allah akan memasukkan ke dalam surga tanpa hisab dan azab


Subhanallah…siapa yang mau? Jadi, usahakanlah selalu sholat berjamaah. Buat ibu-ibu di rumah bisa berjamaah dengan putra-putrinya. Buat para pelajar & mahasiswa bisa berjamaah dengan rekan-rekannya. Buat yang kerja kantoran bisa dengan sesama rekan kantor. Apalagi buat yang dekat masjid, subhanallah walhamdulillah..pasti bahagia sekali rasanya bisa selalu sholat berjamaah di masjid. Dengan begitu insyaAllah kita juga akan menjaga sholat tepat pada waktunya. Mari kita amalkan..!!!



Kajian Fikih, Selasa 17 Maret 2009 by Ustadzah Hj Hayatillah Wahab





Dikirim pada 18 Maret 2009 di Sketsa Hidup

Sholat dhuha merupakan sholat sunnah muakad, yaitu sholat yang hamper tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah. Kita sepakat dan sadar bahwa banyak manfaat yg diraih dari melaksanakan sholat dhuha. Yaitu antara lain dapat menjadikan kebutuhan pelaku sholat dhuha dicukupkan oleh Allah (HR Ahmad & Abu Daud :”Sholatlah 4 rakaat pada awal siang, aku akan mencukupkan engkau pada akhir siang). Selain itu juga dapat dijadikan pengganti shodaqoh (“Dalam tubuh manusia terdapat 360 tulang sendi yang wajib disedekahi” – sedekah bisa dengan hal kecil seperti menyingkirkan rintangan di jalan, memungut sampah, senyum, dll – kalo tetap tidak bisa cukuplah dengan sholat 2 rokaat, sholat Dhuha ).



Lalu bagaimana kita bisa menjaga sholat Dhuha kita tetap konsisten? Berikut sedikit tips yang mungkin bisa berguna untuk menjaga sholat dhuha kita.



· Saling mengingatkan diantara suami dan istri, orang tua dan anak.

· Jadwalkan sholat dhuha dalam agenda keseharian kita, kalau perlu pakai alarm. Masing-masing orang pasti sudah punya mourning routine. Selipkan disana shalat dhuha.

· Tetapkan dalam hati bahwa dimana ada kemauan disana ada jalan.

· Tetapkan dalam hati jika tidak sholat dhuha serasa punya hutang

· Ketika tertimpa masalah segeralah sholat dhuha.

· Ketika mendapat kebahagiaan, segera sholat dhuha sebagai ungkapan rasa syukur kita.

· Jangan banyak alasan untuk melakukan sholat dhuha.



Kajian Fikih, Selasa 17 Maret 2009 by Ustadzah Hj Hayatillah Wahab



Dikirim pada 17 Maret 2009 di Tips
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

Suka explore hal baru, cinta keluarga & senang bersilaturahmi dg orang2 baik. More About me

Page
ticker
    Daisypath Anniversary Years PicDaisypath Anniversary Years Ticker
Chat dengan 3rlin
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 916.061 kali


connect with ABATASA