0

Keutamaan Istighfar & Shalawat


QS Nuh (71)
10 : maka aku berkata (kepada mereka), “ Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun.
11 : niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu
12 : dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”
13 : Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?

Keutamaan Istighfar
Menghapus dosa
“Barangsiapa membaca sayidinul istighfar pada waktu petang atau pagi hari maka akan masuk surga”
Dicintai Allah SWT
Diberi kemudahan dari setiap kesempitan
Diberi rizqi oleh Allah SWT dari tempat yang tidak disangka
Hatinya akan dilembutkan
Dihilangkan keragu-raguan

Keutamaan Shalawat dan Salam
Dimasukkan sebagai orang yang dicintai Rasulullah SAW
Dicintai oleh Allah SWT
Diberi syafaatul uzma (pertolongan yg amat besar)
Dibukakan jalan keluar dari segala masalah
Didoakan oleh Rasulullah SAW

Taken from Kajian Muslimah Rabu, 15 April 2009 by Hj Hayatillah Wahab

Dikirim pada 15 April 2009 di Parenting


BANGGA MENJADI IBU RUMAH TANGGA
Penulis: Ummu Ayyub
Muroja’ah: Ust Abu Ahmad

Hebat rasanya ketika mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama telah bekerja di sebuah perusahaan bonafit dengan gaji jutaan rupiah per bulan. Belum lagi perusahaan sering menugaskan wanita tersebut terbang ke luar negri untuk menyelesaikan urusan perusahaan. Tergambar seolah kesuksesan telah dia raih. Benar seperti itukah?


Kebanyakan orang akan beranggapan demikian. Sesuatu dikatakan sukses lebih dinilai dari segi materi sehingga jika ada sesuatu yang tidak memberi nilai materi akan dianggap remeh. Cara pandang yang demikian membuat banyak dari wanita muslimah bergeser dari fitrohnya. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya wanita tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang saatnya wanita ‘menunjukkan eksistensi diri’ di luar. Menggambarkan seolah-olah tinggal di rumah menjadi seorang ibu adalah hal yang rendah.

Kita bisa dapati ketika seorang ibu rumah tangga ditanya teman lama “Sekarang kerja dimana?” rasanya terasa berat untuk menjawab, berusaha mengalihkan pembicaraan atau menjawab dengan suara lirih sambil tertunduk “Saya adalah ibu rumah tangga”. Rasanya malu! Apalagi jika teman lama yang menanyakan itu “sukses” berkarir di sebuah perusahaan besar. Atau kita bisa dapati ketika ada seorang muslimah lulusan universitas ternama dengan prestasi bagus atau bahkan berpredikat cumlaude hendak berkhidmat di rumah menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak, dia harus berhadapan dengan “nasehat” dari bapak tercintanya: “Putriku! Kamu kan sudah sarjana, cumlaude lagi! Sayang kalau cuma di rumah saja ngurus suami dan anak.” Padahal, putri tercintanya hendak berkhidmat dengan sesuatu yang mulia, yaitu sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya. Disana ia ingin mencari surga.

Ibu Sebagai Seorang Pendidik

Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa perbaikan masyarakat bisa dilakukan dengan dua cara: Pertama, perbaikan secara lahiriah, yaitu perbaikan yang berlangsung di pasar, masjid, dan berbagai urusan lahiriah lainnya. Hal ini banyak didominasi kaum lelaki, karena merekalah yang sering nampak dan keluar rumah. Kedua, perbaikan masyarakat di balik layar, yaitu perbaikan yang dilakukan di dalam rumah. Sebagian besar peran ini diserahkan pada kaum wanita sebab wanita merupakan pengurus rumah. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:

“Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kalian, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Dikirim pada 13 Maret 2009 di Parenting


Salah satu yang aku suka dari beberapa saran FlyLady adalah 15 menit fokus. Jadi dalam waktu 15 menit kita fokus mengerjakan satu project. Kenapa harus pakai timer? Kenapa dimenitin? Katanya kalau dalam "tekanan", adrenalin kita meningkat dan kita akan kerja lebih keras dan hasil yang di dapat bisa lebih maksimal.

Seperti olahraga yg butuh pemanasan, penerapan 15 menit focus pun butuh pemanasan atau adaptasi yg aku sesuaikan dengan kondisi pribadi. Aku akan membaginya dalam 4 bagian. 15 menit pagi, 15 menit siang, 15 menit malam, 15 menit sebelum tidur. Kelihatannya jadi tidak begitu berat. Jadi alih-alih menyiapkan waktu khusus pada suatu hari yang lapang untuk "memborong semua pekerjaan", sekarang aku akan mencoba untuk fokus dalam 15 menit itu (itu karena aku orangnya easy distract, jadi ini merupakan terapi yang bagus buatku
)

Aku juga tidak mulai semua paketnya langsung. Karena paket 15 menit fokus ini diluar kegiatan yang sehari-hari kita lakukan. Jadi aku akan mulai dari 15 menit pagi, beberapa hari ke depan baru aku menambah dengan 15 menit siang dst. Sebenarnya sih, 15 menit ini bisa dicuri dari waktu-waktu percuma yang biasanya aku gunakan mungkin untuk melakukan hal-hal yang kurang efektif seperti ngerumpi di telpon, nonton TV atau baca-baca majalah. Jadi kalau dipikir-pikir 15 menit itu tidak akan berasa kok. Yang susah itu menjaga komitmennya.

Dikirim pada 10 Maret 2009 di Parenting

Pro Kontra Imunisasi



Udah sering denger kan? Berita ini akan terus berulang dan berulang. Coba saja googling kontra imunisasi/vaksinasi begitu search, wuihhh kita bisa menemukan beberapa forum diskusi ataupun milist yg membahas hal ini. Sebenarnya udah lama dan tidak asing lagi. Tetep bahasan utamanya adalah halal/haram, efek negative vaksin, buku "Yang orang tua harus tahu tentang vaksinasi pada anak" karangan Stephanie Cave Deborah Mithchell, terbitan Gramedia Pustaka Utama thn. 2003), dan ujung-ujungnya seberapa penting vaksinasi.

Dikirim pada 08 Maret 2009 di Parenting
Awal « 1 2 » Akhir
Profile

Suka explore hal baru, cinta keluarga & senang bersilaturahmi dg orang2 baik. More About me

Page
ticker
    Daisypath Anniversary Years PicDaisypath Anniversary Years Ticker
Chat dengan 3rlin
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 966.889 kali


connect with ABATASA